Tag Archives: kerjaan

New field

Suatu malam lagi iseng-iseng liat binuscareer and ingin melamar pekerjaan. Aku melihat satu lowongan pekerjaan yang menarik perhatian ku. Disana tertulis terdapat lowongan sebagai Blog Writer..

Hmmmm…, pikirku. Seru juga ya kalo kerja sebagai blog writer. Ga sangka sekarang blog writer sudah menjadi lowongan perkerjaan, yang selama ini aku pikir hanyalah hobi dari orang-orang yang kurang kerjaan suka menulis atau bercerita di blog. Saya termasuk orang yang suka menuliskan perasaan yang ada di hati dan pikiran saya. Seperti sekarang saya sedang menulis blog ini.

Malam itu saya melamar pekerjaan itu. Ada dua alasan mengapa pada akhirnya saya memutuskan untuk melamar kerja di perusahaan tersebut. Pertama, saya suka menulis blog, dan terbukti. Kedua, perusahaan tersebut bergerak dibidang photography. Saya sangaat suka photography meskipun saya belum bisa menggunakan camera slr dengan baik. Hahaha..

Sehari setelah malam itu berlalu, saya menerima panggilan untuk interview pada 6 Agustus 2009. Hari ini ditanggal yang telah ditentukan, saya datang ke sana. Setelah mengisi formulir pencalonan diri dan mengarang sebuah cerita berdasarkan photo, mereka menjelaskan job desk seorang blog writer yang mereka inginkan. Sangat menarik. Saya ingin mencoba pengalaman saya disana.

Kalau kesempatan itu datang saya akan bahagia sekali. Dan saya menantikan hal itu terjadi. [menantikan interview ke-2]..


The time is running out

waaaahhh dah bulan juni..

detak jantung ku berpacu ketika melihat kalender di meja ku.. ternyata ini bulan juniiii (lebay mode:on)

Emang ada apa sih di bulan juni.. untuk sebagian orang sih bulan juni mungkin sama saja dengan bulan-bulan lainnya.. tapi untuk anak sastra inggris, bulan juni merupakan bulan yang semakin mendekatkan mereka kepada persidangan hidup dan mati mereka..tinggal 1 bulan lagi (baca: juli) menuju pengumpulan softcover skripsi mereka (termasuk saya juga). Padahal aku baru buat kurang dr 10 lembar, waaah… perjuangan keras bakal terjadi nih..

Kerjaan saya tinggalkan untuk sementara waktu, saya minta cuti (anak2 di sekolah pun sedang berlibur, jadi pekerjaan tidak terlalu byk yang akan saya tinggalkan)..hihihihi… saya tidak yakin akan slesai skripsi nya jika saya harus masih bekerja.. saya akui bahwa saya tidak bisa membagi waktu dengan baik. pasti ada saja kegiatan yang terabaikan karna saya fokus dengan 1 pekerjaan lainnya.. huufh.. andai saya dapat memiliki duplikat diri..

Aku hanya bisa berharap, semoga tidak putus asa dan dapat lulus tepat waktu.. amiiin… ^^

Keep Writing…


Belajarlah dari Anak Kecil

Bener banget tuh kalimat yang aku jadiin judul blog ku kali ini. Aku lagi ngalamin yang namanya belajar dari anak kecil. Secara aku sekarang udah kerja [ciiihuuuuy] jadi asisten guru dan merangkap staf administrasi di salah satu preschool daerah kedoya. Nah disanalah aku merasakan dan menyadari tentang hal “mengasihi” yang sebenarnya. Mengasihi dengan ketulusan namun tidak melupakan ketegasan dan pendisiplinan. Melalui anak-anak kecil itu aku diingatkan banyak hal, selain yang udah aku tuliskan tadi, belajar kesabaran, menghargai orang yang lebih muda [baca:masih kecil banget], dan kejujuran.

DikalimatNya yang pertama pada Lukas 9 : 48

“Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku.”

Pantes aja Yesus bilang, siapa yang menerima anak kecil ini, berarti dia menerima Aku. Ternyata melalui anak kecil aku dapat belajar tentang sifat-sifat yang disukai dan dimiliki oleh Tuhan. Keren banget deh, Tuhan pakai anak-anak kecil buat ingetin aku ^_^

Anyway, kerja jadi guru preschool itu enak lhow.Ya walaupun cape [kerja mana ada yang ga cape?? iya ga sih?? hahaha]. Ketemu anak kecil setiap hari membuat hidup lebih hidup [kaya tagline iklan rokok di TV]. Semoga aku bisa bertahan kerja disana.

Selain kerja ini, aku juga masih menulis skripsi ku. Aku harus bisa membagi waktu dengan sangat efektif, antara kerja, skripsi, dan komsel. Hari ini baru ketemu dosen pembimbing untuk pertama kalinya. Dosennya mantabzzzz banget boooo…hahaha… Namanya Endang. Dia ketua perpustakaan di BiNus University [adakah yang mengenali??] Orangnya sangat cermat dan kritis. Tadi dia bener-bener kupas tuntas proposal ku dah. Aku jadi merasa proposal ku benar-benar sangat mentah. Aku bersyukur banget dapet dosen yang seperti itu. Dia akan sangat membantuku sekali dalam menganalisa bahan dan teori yang akan aku gunakan dalam penulisan skripsi.

Thanks Lord banget deh buat semua yang terjadi dalam hidup ku. Aku percaya semua ini campur tangan Tuhan. Aku pasti bisa melalui hari-hariku dengan maksimal, karena ada Allah yang memampukan aku. Amiin..


The True World…

Kata orang dunia kerja adalah “dunia” yang sebenarnya. Dimana rasa malu, gengsi, dan takut sudah tidak ada lagi. Dunia dimana orang-orang nya penuh ambisi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mereka mengalahkan rasa malu, gengsi, dan takut untuk tetap bertahan dipekerjaan mereka. Bukan hanya itu saja, para pekerja melakukan hal-hal yang tidak kurang baik, seperti curang, cari muka yang berlebihan, dan menipu, untuk mempertahankan perkerjaan mereka.

“Dunia yang sebenarnya” juga bisa diartikan sebagai dunia yang menyuguhkan kekejaman yang belum pernah kita hadapi selama kita hidup. Itulah dunia yang sebenarnya yang harus kita hadapi. Benar-benar berlakulah hukum rimba “siapa kuat, dia yang menang”. Saling menjelekan dan menghina dibelakang punggung orang lain sudah menjadi hal yang biasa terjadi didunia kerja. Mereka lakukan apapun agar bisnis atau pekerjaannya tetap berjalan.

Ada ilustrasi menarik yang pernah aku dengar tentang meningkatkan bisnis/pekerjaan seseorang. Ceritanya seperti ini, ada seorang petani perkebunan jagung yang sangat sukses pada zamannya. Dia setiap hari, selain pergi ke kebun untuk merawat jagung nya sendiri, dia juga pergi ke kebun-kebun sebelah perkebunanannya untuk membagi-bagikan benih dan pupuk yang dia pakai juga untuk merawat kebunnya. Bapak ini memberikan benih dan pupuk yang sama baiknya dengan yang dia pakai. Tapi anehnya, hanya petani ini yang selalu menghasilkan jagung berkualitas tinggi. Petani-petani yang lain tidak mendapatkan hasil yang sama dengan petani tersebut. Ketika diwawancarai oleh seorang reporter, petani tersebut menjelaskan bagaimana dia bisa mendapatkan jagung yang berkualitas tinggi. Benih yang dia berikan kepada petani kebun sebelahnya memberikan hasil yang baik pada jagung petani sebelah kebun nya. Ketika angin bertiup, sari-sari yang baik tersebut terbawa angin dan menebarkan pula ke kebun petani yang baik hati tersebut. Sehingga kebun petani tersebut selalu mendapatkan sari-sari yang baik dari kebun tetangga-tetangganya. Dia berkata “kalau petani yang lain memiliki kualitas benih dan pupuk yang jelek, maka kebunku akan mendapatkan sari-sari yang jelek. Hal tersebut dapat mengakibatkan jagung milik saya juga jelek”. Maka berikanlah selalu yang terbaik untuk membantu pekerjaan orang lain. Karena hal tersebut akan membantu kita untuk mendapatkan yang paling baik (the best).

Ayo berlomba melakukan kebaikan… bukan berlomba untuk menjatuhkan… !


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.